Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Value For Money (VFM) dalam Akuntansi Sektor Publik

 

·         Value For Money (VFM)

“Tuntutan baru (transparasi dan akuntabilitas) dalam organisasi sektor publik harus memperhatikan value for money (VFM) dalam menjalankan aktivitasnya. VFM merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efisien, dan efektif”. (Muindro Renyowijoyo, 2012:04)


Ekonomi adalah perolehan masukan (Input) dengan kualitas dan kuantitas tertentu dengan harga terendah. Ekonomi merupakan perbandingan antara masukan (yang terjadi) dengan nilai masukan (yang seharusnya). Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir sumber daya yang digunakan, dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

 

Efisien, merupakan pencapaian keluaran (output) yang maksimum dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai keluaran/ masukan (output/input) yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

 

Efektif, merupakan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan secara sederhana, efektif merupakan perbandingan outcome dengan output. Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok VFM, sedangkan tambahannya dua elemen lain yaitu keadilan (equity) dan pemerataan atau kesetaraan (equality). Keadialan mengacu pada adanya kesempatan sosial (social opportunity) yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas dan kesejahteraan ekonomi. Selain keadilan, perlu dilakukan distribusi secara merata (equality). Penggunaan uang publik hendaknya tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu saja, melainkan dilakukan secara merata.

 

 

Posting Komentar untuk "Value For Money (VFM) dalam Akuntansi Sektor Publik"