Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Audit Laporan Keuangan dan Fraud Examination

 

Audit Laporan Keuangan VS Fraud Examination

Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Laporan audit adalah media formal yang digunakan oleh auditor dalam mengomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan atas laporan keunagan yang diaudit. dalam menerbitkan laporan audit auditor harus memenuhi 4 standar pelaporan yang di terapkan dalam standar auditing yang berlaku umum.


Keterlibatan audit yang independen akan memberikan manfaat-manfaat antara lain, menambah kredibilitas laporan keuangan, mengurangi kecurangan perusahaan dan laporan keuangan lain yang harus diserahkan kepada bagian tertentu seperti pemerintah. Fraud Examination mencakup pengumpulan dokumen dan barang bukti dari tindak pidana Fraud, interview para saksi dan orang-orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana Fraud, investigasi dan penulisan laporan hasil investigasi, mengkomfirmasi dan menjadi saksi kebenaran dan keabsahan dari penemuan barang bukti, dan membantu setiap upaya pendeteksian dan pencegahan tindak pidana Fraud yang dilakukan oleh aparat kepolisian atau oleh petugas yang berwenang lainnya.

 

Fraud examination dan Auditing memiliki hubungan yang sinergis, tetapi tetap keduanya tidak merupakan hal yang sama. Hal ini dikarenakan beragam bentuk Fraud/penipuan yang umumnya terjadi di lingkungan pekerjaan adalah berupa kejahatan finansial yang mensyaratkan metode khusus yang lebih dari sekedar review dari data dan dokumen finansial semata. Untuk inilah maka Fraud examination mengambil peran. Fraud examination mencakup hal-hal yang lebih luas dan teknik yang lebih advance seperti interview, analisis data dan statement keuangan, penelusuran dan pencarian data publik  (public records), dan pemeriksaan dokumen secara forensik (yang disahkan hukum dan peradilan).

 

 Berikut ini adalah perbandingan antara Fraud Examination dan Auditing:

1.         Waktu/Timing

Auditing: Auditing dilakukan secara berkala dan teratur setiap tahunnya.

Fraud Examination: Dilakukan tidak secara berkala dan hanya dilakukan apabila ditemukan indikasi penyimpangan/penipuan/kecurangan.

 

2.         Cakupan/Scope

Auditing: Cakupan Auditing adalah pemeriksaan data dan dokumen keuangan secara umum. 

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan untuk menangani tindak pidana dan penyimpangan finansial tertentu.

 

3.         Tujuan/Objective

Auditing: Secara umum, auditing dilakukan dengan pemberian “opini” tertulis oleh auditor terhadap data dan dokumen keuangan serta hal-hal terkait lainnya. Hasil pemeriksaan Auditor inilah yang kemudian dijadikan acuan dan pedoman oleh para investor, sebagai contoh, untuk menanam sahamnya di perusahaan public tertentu.

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan untuk menguji dan memastikan apakah Fraud memang benar-benar terjadi di sebuah entiti atau perusahaan, dan mengungkap para pelakunya disertai barang bukti yang sah dan otentik.

 

4.         Metodologi/Methodology

Auditing: Auditing pada umumnya dilakukan dengan memeriksa dan me-review data dan dokumen keuangan (finansial data)

Fraud Examination: Fraud Examination dilakukan dengan (1) pemeriksaan dan review data/dokumen; (2) pengumpulan, penelusuran, dan pemeriksaan non-data/dokumen atau non-finansial seperti pemeriksaan data publik (misal: data keluarga, pencatatan sipil, catatan berobat di rumah sakit, data dari kepolisian, dst); (3)interviews dan investigasi.

 

5.         Praduga/Presumption

Auditing: Auditor disyaratkan untuk memiliki professional skepticism (Anggapan dan sikap yang open-minded yang menganggp bahwa tidak ada seorangpun yang 100% jujur dan tidak seorangpun yang 100% TIDAK jujur).

Fraud Examination: Fraud Examiner mengungkap suatu dugaan tindak pidana Fraud dengan bukti yang cukup dan kuat sehingga bisa memutuskan apakah Fraud benar-benar terjadi atau tidak terjadi. (Bukti yang kuat untuk mendukung atau mematahkan dugaan Fraud).

 

Posting Komentar untuk "Perbedaan Audit Laporan Keuangan dan Fraud Examination"