Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UANG: Pengertian uang, Kriteria Uang, fungsi uang

 

UANG: Pengertian uang, Kriteria Uang, fungsi uang
Uang


Pengertian Uang

Uang sudah digunakan untuk segala keperluan sehari hari dan merupakan dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Seperti yang diketahui bahwa pada awalnya uang dikenal akibat dari kesulitan masyarakat dalam tukar menukar. kendala utama malakukan tukar menukar yaitu sulit untuk memperoleh barang dan jasa yang di inginkan sesuai dengan jenis barang yang dibutuhkan. Kendala seperti ini terjadi pada saat masi menggunakan sistem barter untuk memperoleh barang maupun jasa. Sistem barter adalah suatu sistem pertukaran antara barang dengan barang atau antara barang dengan jasa atau sebaliknya. Namun sistem ini ditinggalkan akibat banyaknya kendala dalam setiap kali melakukan pertukaran dan masyarakat mulai mengenal sarana pertukaran yang lebih efisien.

 

Beberapa kendala yang sering dialami sistem barter dalam melakukan pertukaran antara lain :

  • Sulit menemukan orang yang mau menukar barangnya yang sesuai dengan kebutuhan yang di inginka
  •  Sulit untuk menentukan nilai barang yang diinginkan terhadap barang yang dibutuhkan
  • Sulit menemukan orang yang mau menukar barang dengan jasa ataupun sebalikny
  • Sulit untuk menemukan kebutuhan yang ingin ditukarkan pada saaat yang cepat sesui dengan keinginan artinya untuk memperoleh barang yang di inginkan terkadang membutuhkan waktu yang relatif lama

Untuk mengatasi segala kendala parah ahli memikirkan suatu yang dapat digunakan yang lebih efektif dan efisien. Alat tukar tersebut adalah “uang” seperti yang digunakan saat ini.  Uang untuk pengertian yang luas adalah suatu yang dapat diterimah secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran hutang atau sebagai alat untuk pembelian barang dan jasa. Dengan kata lain, uang adalah suatu benda yang pada dasarnya dapat berfungsi sebagai:

  • alat tukar (medium of exchange),
  •  alat penyimpan nilai (store of value),
  • satuan hitung (unit of account), dan
  • ukuran pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment).

Secara umum uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar saja, akan tetapi juga memiliki fungsi-fungsi lainnya seperti sebagai alat satuan penimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan hutang. Kemudian biasanya uang hanya dapat di gunakan dalam satu wilayang saja misalnya mata uangan indonesia (rupiah) hanya berlaku di indonesia, mata uang malaysia (ringgit) hanya berlaku di malaysia, namun bisa saja suatu mata uang belaku di semua negara contohnya mata uang US Dollar.

 

Dalam perekonomian yang semakin moderen seperti sekarang ini uang memainkan peranan yang sangat penting bagi semua kegiatan masyarakat, uang menjadi salah satu penentu  stabilitas dan kemajuan suatu negara. Nmun demikian bukan berarti sistem barter suda lenyap, sistem barter masi digunakan di tingkat perdagangan antar negara dan pedesaan. Contoh barter antar negara yaitu emas dan contoh barter tingkat pedesaan yaitu menukar beras dengan hal yang diinginkan.

 

Untuk memenuhi kebutuhan uang pemerintah negara yang bersangkutan melalui Bank Sentral berhak menciptakan uang, terutama uang kartal, begitu pula dengan jumlah uang beredar pperlu dijaga agar nilai yuang tetap stabil kemudian kebutuhan akan uang giral biasanya dicetak bank-bank umum, dimana jumlahnya jauh melebihi jumlah uang kartal yang beredar. Dalam hal yang berkaitan dengan uang maka peranan lembaga keuangan terutama bank sangatlah cesar, hal ini sesui dengan fungsi lembaga keuangan yaitu sebagai perantara keuangan di masyrakat.

 

Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

 

Pada awalnya uang hanya berfungsi sebagai alat penukar saja tetapi, sejalan dengan perkembangan peradaban manusia dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, fungsi tersebut telah berkembang dan bertambah sehingga mempunyai fungsi seperti uang pada saat ini.

 

Kriteria uang

  • Kriteria sesutu agar dapat dikatakan uang harus memenuhi persyaratan berikut
  • Ada jaminan, setiap uang yang diterbitkan dijamin oleh pemerintah negara tertentu. Khususnya uang logam suda dijamin oleh nilai yang terkandung didalam uang tersebut oleh karena itu yang perlu jaminan pemerintah adalah uang kartal kertas
  • Disukai umum, artinya uang harus dapat diterima secara umum  penggunaannya apakah sebagai alat tukar, sebagai penimbun kekayaan atau standar pencicilan utang.
  • Niali yang stabil, nilai uang harus memiliki kestabilan dan ketetapan serta diusahakan fluktuasinya sekecil mungkin.
  • Mudah disimpan, uang harus muda disimpan di berbagai tempat.
  • Mudah dibawah, uang harus mudah dibawah kemanapun dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dari satu tempat untuk ke tempat yang lain atau dari satu tangan ke tangan yang lain dengan fisik yang lain dan nominal sekalipun.
  • Tidak mudah rusak, uang hendaknya tidak mudah rusak mengingat frekuensi perpindahan uang dari satu tangan ke tangan lainnya sangat besar.
  • Mudah dibagi, uang mudah dibagi ke dalam satuan unit tentu dengan berbagai nominal yang ada guna dalam melancarkan transaksi mulai dari nominal yang kecil sampai ke nominal yang besar.
  • Suplai harus elastis, agar perdagangan dan usaha menjadi lancar jumlah uang yang beredar di masyarakat haruslah mencukupi.

Fungsi Uang

Pada awalnya uang hanya sebagaia alat guna memperlancar pertukaran, namun seiring dengan perkembangan jaman fungsi uang pun beralih dari yang sebagi alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Fungsi-fungsi dari uang secara umum yang ada dewasa ini adalah sebagai berikut 

  • Alat tukar menukar,  dalam hal ini uang dapat digunakan sebagai alat untuk membeli barang atau jasa. Dapat dibayangkan betapa sulitnya hidup dalam perekonomian modern ini tanpa adanya benda yang dapat digunakan sebagai alat penukar. Apabila tidak ada uang maka transaksi hanya dilakukan dengan cara tukar-menukar antara barang yang satu dengan barang yang lain. Keadaan menjadi rumit dan sulit dipenuhi dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Dengan adanya uang, seseorang dapat secara langsung menukarkan uang tersebut dengan barang yang diperlukan  kepada orang lain yang menghasilkan barang tersebut
  • Satuan hitung, funsi uang sebagai satuan hitung menunjukkan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli. Apabila tidak ada satuan hitung yang diperankan oleh uang, dapat dibayangkan kesulitan dalam melakukan penilaian terhadap suatu barang. Tanpa satuan hitung seseorang mungkin akan menilai seekor sapi sama dengan dua ekor kambing. Dengan adanya uang, tukar-menukar dan penilaian terhadap suatu barang akan lebih mudah dilakukan. Selain itu, dengan uang pertukaran antara dua barang yang berbeda secara fisik juga dapat dilakukan
  • Penimbun kekayaan, dengan menyimpan berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan. Uang yang disimpan menjadi kekayaan dapat berupa uang tunai atau uang yang disimpan di bank atau dalam bentuk rekening. Sesuai dengan sifatnya, manusia adalah makhluk yang gemar mengumpulkan dan menyimpan kekayaan dalam bentuk barang-barang yang berharga untuk dipergunakan di masa yang akan datang. Barang-barang berharga tersebut pada umumnya berupa tanah, rumah, dan benda berharga lain. Walaupun kekayaan yang dapat disimpan beragam bentuknya, tidak dapat dipungkiri bahwa uang merupakan salah satu pilihan untuk menyimpan kekayaan
  • Standar pembayaran yang tertunda, dengan adanya uang mempermudah standar pencicilan hutang piutang secara cepat dan tepat baik secara tunai maupun angsuran. Fungsi uang ini terkait dengan transaksi pinjam-meminjam; uang merupakan salah satu cara untuk menghitung jumlah pembayaran pinjaman tersebut. Lebih masuk akal untuk meminjamkan uang sebesar satu juta rupiah selama lima tahun daripada meminjamkan satu ekor kambing dalam waktu yang sama mengingat keadaan kambing dalam lima tahun mendatang akan berbeda dengan keadaan kambing semula