Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAKALAH PERAN MANAJEMEN PROYEK PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA

 

MAKALAH
PERAN MANAJEMEN PROYEK PADA BADAN  USAHA MILIK NEGARA

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Manajemen proyek menjadi suatu tata cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek dari awal sampai selesainya proyek tersebut. Manajemen proyek dapat diterapkan  pada jenis proyek apapun, dan dipakai secara luas untuk dalam menyelesaikan  proyek yang besar dan kompleks.seiring dengan perkembangan jaman  Fokus utama manajemen proyek adalah  pencapaian semua tujuan akhir proyek dengan segala batasan yang ada, waktu dan dana yang tersedia. Pada perencanaan pembuatan proyek sebuah sistem, diperlukan berbagai macam komponen yang terlibat didalamnya. Satu hal yang harus diperhatikan / diutamakan oleh seorang manajer proyek dalam melakukan perencanaan adalah menghitung, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, resiko yang akan terjadi dalam proses pengerjaan.

Manajemen proyek dengan segala fungsi manajemen dan aktivitasnya merupakan kolaborasi ilmu dan seni manajemen dalam mencapai kinerja proyek yang berhasil guna dan berdaya guna. Adanya manajemen proyek dapat memosisikan eksistensi dan pengadaan proyek sesuai tujuannya dengan nilai tambah tertentu seperti yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain pemerintah pusat dan lokal, pihak swasta dan pihak masyarakat atau publik.

Badan  Usaha Milik Negara merupakan  badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikannya  dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Pada beberapa BUMN di Indonesia, pemerintah telah melakukan perubahan mendasar pada kepemilikannya dengan membuat BUMN tersebut menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya bisa dimiliki oleh publik. Contohnya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri Negara BUMN. Badan usaha milik negara sebagai badan yang menaungi  perusahaan milik negara tentunya memiliki berbagai persoalan baik itu dari segi kepemimpinan maupun dalam hal pelaksanaanya.

B. Permasalahan

            Badan usaha milik negara  yang menaungi sepenuhnya perusahaan milik negara   tentunya memiki segudang fungsi dan permasalahan dalam menunjang ekonomi negara ataupun sebagai penyedia lapangan kerja . sehingga dalam pelaksanaannya harus di pimpin oleh seorang yang berkualitas dan berisi orang – orang yang berkapabilitas tinggi. Manajemen proyek sebagai suatau aktifitas yang menghasilkan produk atau jasa yang yang dalam pelaksanaannya menyangkut suatu perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan. Oleh karenanya manajemen proyek menyentuh berbagai elemen yang menyangkut segala sesuatu  tentang  pencapaian  tujuan organisasi dalam hal ini BUMN . Sehubungan dengan itu sehingga  yang menjadi  pokok permasalahan pada makalah ini yaitu bagaimana peran Manajemen proyek pada Badan Usaha Milik Negara.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

1. Pengertian Manajemen Proyek

            Proyek yang sesungguhnya diartikan sebagai upaya yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan-harapan penting dengan  enggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia, yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Rakos (1990, 1) pengertian proyek secara sempit adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang menghasilkan produk atau jasa.Manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Manajemen proyek menggunakan pendekatan dan hierarki (arus kegiatan) vertikal dan  horizontal.

Kerzner (1982) memberikan definisi manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumbern daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Lebih jauh, manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem dan hierarki baik vertikal maupun horizontal.

(Iman soeharto, manajemen proyek, 1995, hal 24 – 25) Dari definisi diatas terlihat bahwa konsep manajemen proyek mengandungmhal – hal pokok sebagai berikut :

·         Menggunakan pengertian manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan yang berupa manusia, dana, dan material.

·         Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik. Ini memerlukan teknik dan metode pengelolaan yang khusus,terutama aspek perencanaan dan pengendalian.

·          Memakai pendekatan sistem (system approach to management).

·          Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal disamping hierarki vertikal.

Penjelasan tersebut menunjukan bahwa manajemen proyek tidak bermaksud meniadakan arus kegiatan vertikal atau mengadakan perubahan total terhadap manajemen klasik, tetapi ingin memasukan pendekatan teknik, serta metode yang spesifik yaitu kegiatan proyek.

Beberapa fungsi dari manajemen proyek (Dimyati dan Nurjaman, 2014), adalah:

1. Fungsi perencanaan (Planning)

Fungsi ini bertujuan dalam pengambilan keputusan yang mengelola data dan informasi yang dipilih untuk dilakukan di masa mendatang, seperti menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek, dan lain-lain.

2. Fungsi Organisasi (Organizing)

Fungsi organisasi bertujuan untuk mempersatukan kumpulan kegiatan manusia, yang memiliki aktivitas masing-masing dan saling berhubungan, dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi, seperti menyusun lingkup aktivitas, -lain.

3. Fungsi Pelaksanaan (Actuating)

Fungsi pelaksanaan bertujuan untuk menyelaraskan seluruh pelaku organisasi terkait dalam melaksanakan kegiatan/ proyek, seperti pengarahan tugas serta motivasi, dan lain-lain.

4. Fungsi Pengendalian (Controlling)

Fungsi pengendalian bertujuan untuk mengukur kualitas penampilan dan penganalisisan serta pengevaluasian kegiatan, seperti memberikan saran-saran perbaikan, dan lain-lain.

2. Pengertian BUMN

(BUMN) adalah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Menurut  PP No. 45 Tahun 2005,BUMN merupakan Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang bersal dari kekayaan Negara  yang dipisahkan.

Berdasarkan Undang- Undang No. 19 tahun 2003 Pasal 1 dijelaskan bahwa pengertian dari Badan Usaha Milik Negara, yang selanjutnya disebut BUMN, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, dan kegiatan utamanya adalah untuk mengelola cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.

            Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang berisikan dua elemen esensial yakni unsur Pemerintah (public) dan unsur bisnis (enterprise).Sehingga BUMN merupakan salah satu sektor publik yang mempunyai keistimewaan karakteristik yang tidak dimiliki oleh institusi publik lain, yakni sifat fleksibilitas dan inisiatif yang juga dapat berperan sebagai perusahaan swasta (Anoraga, 1995).

Selanjutnya Wibisono dalam bukunya Corporate Social Responsibility (2007:62) menyatakan bahwa: “BUMN dituntut untuk berfungsi sebagai alat pembangunan nasional dan berperan sebagai institusi sosial (public). Peran sosial ini mengisyaratkan bukan saja pemilikan dan pengawasannya oleh publik tetapi juga menggambarkan konsep mengenai public purpose (sasarannya adalah masyarakat) dan public interest (orientasinya pada  kepentingan masyarakat). Dengan demikian disadari bahwa posisi perusahaan-perusahaan BUMN ini ibarat memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi berperan sebagai institusi bisnis dan di sisi lainnya berperan sebagai institusi sosial karena merupakan alat negara.”

BUMN sendiri memiliki bentuk-bentuk yang berbeda berdasarkan fungsinya serta besaran kepemilikan saham dari Pemerintah. Oleh karena itu, dalam UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN dikemukakan terdapat 3 bentuk BUMN yaitu:

1. Perusahaan Perseroan, yang selanjutnya disebut Persero, adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51 % (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.

2. Perusahaan Perseroan Terbuka, yang selanjutnya disebut Persero Terbuka, adalah Persero yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu atau Persero yang melakukan penawaran umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

3. Perusahaan Umum, yang selanjutnya disebut Perum, adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.

B. Analisis  peran Manajemen proyek pada Badan Usaha Milik Negara.

            Manajemen proyek menyangkut tentang  aktifitas yang menghasilkan produk atau jasa yang erat kaitannya dengan perusahaan. Dalam perkembangannya manajemen proyek dijadikan sebagai landasan dalam mencapai suatu tujuan . Manajemen proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Badan Usaha Milik Negara merupakan perusahaan yang dimiliki pemerintah sepenuhnya. Tentunya di dalam perusahaan perusaan BUMN ini memilik tujuan Yang ingin dicapai. Dan menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk dapat menyelesaikan semua apa yang telah direncanakan.oleh karena nya untuk bisa mencapai tujuan yang telah di rencanakan perlu adaya suatu  pemahaman dan kemampuan khusus dalam perwujudtannya. Dimana manajemen proyek sebagai suatu Sebagai ilmu dan seni berkaitan dengan memimpin dan mengorganisir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan teknik pengelolaan modern untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, yaitu: lingkup, mutu, jadwal, dan biaya, serta memenuhi keinginan stakeholder. Dan menyangkut proses  merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahaan. Oleh karna itu  manajemen proyek sangat berperan pada perusahaan Milik negara dalam hal ini BUMN. seperti diketahui BUMN dituntut untuk berfungsi sebagai alat pembangunan nasional dan berperan sebagai institusi sosial (public). Peran sosial ini mengisyaratkan bukan saja pemilikan dan pengawasannya oleh publik tetapi juga menggambarkan konsep mengenai public purpose (sasarannya adalah masyarakat) dan public interest (orientasinya pada  kepentingan masyarakat). Dengan demikian disadari bahwa posisi perusahaan-perusahaan BUMN ini ibarat memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi berperan sebagai institusi bisnis dan di sisi lainnya berperan sebagai institusi sosial karena merupakan alat negara. Sehingga Perusahaan harus benar – benar memahami konsep dalam menjalankannya. Manajemen proyek disini sebagai konsep dalam pencapaian tujuan tentunya jika di pahami akan bisa mencapai apa yang direncanakan. Dalam perusahaan tentunya terdapat seorang atasan, bawahan dan segenap pengurus perusahaan lain nya yang berafiliasi dengan peruhaan – perusahaan negara lainya. jika kita melihat konsep manajemen proyek seperti, perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan sumbern daya perusahaan. Tentunya sejalan dengan apa yang konsep perusahaan.

Fungsi perencanaan (Planning) ini bertujuan dalam pengambilan keputusan yang mengelola data dan informasi yang dipilih untuk dilakukan di masa mendatang, seperti menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek, dan lain-lain. Tentunya dalam perusahaan sangat erat kaitannya dengan pengambil an keputusan dan pengolahan data sehingga setiap pemimpin maupun kayawan harus bisa mengambil keputusan dan mengelola data dan informasi dan menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek

Begitu pula   Organisasi (Organizing) yang bertujuan untuk mempersatukan kumpulan kegiatan manusia, yang memiliki aktivitas masing-masing dan saling berhubungan, dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi, seperti menyusun lingkup aktivitas, -lain. Perusahaan merupakan suatu organisasi yang berafiliasi dengan perusahaan lainnya. Yang dimana dalam organisasi berisi manusia manusia yang memeliki kualitas. Sehingga suatu perushaan harus bis memilih manusia yang berkualitas agar bisa bekerja secara profesional  seningga bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada pula  Fungsi pelaksanaan yang bertujuan untuk menyelaraskan seluruh pelaku organisasi terkait dalam melaksanakan kegiatan/ proyek, seperti pengarahan tugas serta motivasi, dan lain-lain. Motifasi sangat dibutuhkan dalam perusahaan  agar para anggota perusahaan  bisa terus bekerja dengan sungguh – sungguh. Dan mampu menyelaraskan  seluruh pelaku organisasi agartidak terjadi konflik internal dalam perusahaan. Jika memahami konsep kepemimpinan dalam menjalankan suatu perusahaan tentunya apa yang menjadi tujuan akan mudah tercapai.

 

 

BAB  III

PENUTUP

A. Kesimpulan

            Perencenaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan mengendaian sumber daya perusaan adalah fungsi dari manajemen proyek. Yang kemudiaan berfungsi di setiap organisasi dalam hal ini BUMN. Perusahan yang kepemilikannya sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah memiliki segenap tujuan yang ingin dicapai oleh karenanya jika segenap struktur dalam perusahaan mampu memahami dan mengimplementasikan konsep manajemen proyek maka akan bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan itu manajemen proyek sangat berperan pada Badan Usaha Milik Negara.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, D. H., & Nurjaman, K. (2014). Manajemen Proyek. Yogyakarta: Pustaka Setia.

Duncan, W. R. (1996). A Guide to The Project Management Body of Knowledge. Sylva: PMI Communication.

Soeharto, I. (2002). Studi Kelayaan Proyek Industri . Jakarta : Erlangga.

Soeharto, I. 1999. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional ). Jakarta : Erlangga.

Rev, E. (2003). Work Breakdown Structure. America: U.S. Department of Energy.