Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Dasar Komunikasi

 Konsep Dasar Komunikasi

Effendi  (1992), yaitu berasal dari perkataan bahasa Latin communication yang berarti “ pemberitahuan”. Dengan demikin secara garis besar daalam suatu proses harus terdapat unsur – unsur kesamaan makna agar terdapat suatu pertukaran pikiran atau pertukaraan antara komunikator (penyebar pesan ) dan komunikan (penerima pesan). Stone (Widjaja, 1998) komunikasi merupakan sebagian proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara memindahkan pesan pesan (Kasyanto,2015)

Karyanto (2015) secara terminologi, para ahli komunikasi menytakan pengertian komunikasi menurut sudut pandang dan pendapat mereka masing-masing diantaranya: Vardiasnyah (2008)  mengungkapkan beberapa definisi komunikasi secara istilah yang dikemukakan para ahli :

  • Jenis & Kelly menyatakan komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lainnya (khalayak);
  • Berelson & Stainer , komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain;
  • Gode, komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki dua orang atau lebih;
  • Brandlun, komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego
  •  Resuch, komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan;
  • Weaver, komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.

 

Pengertian komunikasi secara istilah yang dikemukakan beberapa pendapat para ahli antara lain 

  • Theodore M.Newcomb, komunikasi merupakan setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima;
  • Carl.I.Hovland, komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah prilaku orang lain (komunikate);
  • Gerald R.Miller, komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan suatu penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima;
  • Everett M.Rogers, komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk merubah tingkah laku mereka;
  • Raymond S.Ross, komunikasi (internasional) adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator;
  • Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante, komunikasi adalah transmisi informasi dengan tujuan mempengaruhi khalayak;
  • Harold Laswell, “(cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut) Who says what and with channel to whom with what effect? atau siapa yang mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan pengaruh bagaimana (Mulyana, 2010).

Definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antarmanusia (human communication) bahwa: komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan (1) membangun hubungan antarsesama manusia; (2) melalui pertukaran informasi; (3) untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain; serta (4) berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu (Cangara, 2011).

Proses komunikasi dapat dibagi atas dua tahap yaitu secara primer dan secara sekunder

  • Proses komunikasi secara primer adalah penyampaian pikiran seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, isyarat, gambar dan lain sebagainya yang secara langsung mampu menerjemakan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan;
  • Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikato menggunkan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena sasarannya berada ditempat yang relatif jauh dan jumlahnya banyak maka tepatnya ia menggunakan media kedua ini. adapun media kedua yang sering digunakan meliputu: surat, telepon, majalah, radio, Tvdan sebaginya (Kasyanto, 2015).