google-site-verification: google736cbd8d4990f308.html

Siklus Manajemen Pendapatan Daerah (Sumber Pendapatan, administrasi Pendapatan, koleksi Pendapatan)

 Siklus Manajemen Pendapatan Daerah

Ada beberapa Tahapan siklus manajemen pendapatan daerah yaitu identifikasi sumber, administrasi, koleksi, pencatatan atau akuntansi, dan alokasi pendapatan.


Siklus Manajemen Pendapatan Daerah (Sumber Pendapatan, administrasi Pendapatan, koleksi Pendapatan)

 

1) Identifikasi Sumber pendapatan

Pada tahap identifikasi, kegiatan yang dilakukan berupa pendataan sumber-sumber pendapatan termasuk menghitung potensi pendapatan. Identifikasi pendapatan pemerintah meliputi:

·    Pendataan objek pajak, subjek pajak, dan wajib pajak;

·    Pendataan objek retribusi, subjek retribusi, dan wajib retribusi;

·    Pendataan sumber penerimaan bukan pajak;

·    Pendataan lain-lain pendapatan yang sah;

·    Pendataan potensi pendapatan untuk masing-masing jenis pendapatan.

 

2) Administrasi Pendapatan

Pada tahap administrasi pendapatan, kegiatan yang dilakukan meliputr:

·         Penetapan wajib pajak dan retribusi;

·         Penentuan jumlah pajak dan retribusi;

·         Penetapan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah dan Daerah dan Nomor Pokok Wajib Retribusi;

·         Penerbitan Surat Ketetapan Pajak  dan Surat Ketelapan Retribusi.

 

3) Koleksi Pendapatan

Koleksi Pendapatan Tahap koieksi pendapatan meliputi penarikan, pemungutan, penagihan dan pengumpulan pendapatan baik yang berasal dari wajib pajak daerah dan retribusi daerah, dana perimbangan dari pemerintah pusat, maupun sumber lainnya. Khusus untuk pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah dapat digunakan beberapa sistem, antara lain:

·    self assessment system,

·    Official assessment system,

·    joint collection.

1)   Pencatatan (Akuntansi) Pendapatan

Setelah dilakukan pengumpulan pendapatan, tahap berikutnya adalah pencatatan pendapatan ke dalam sistem akuntansi. Setiap penerimaan pendapatan dibukukan dalam buku akuntansi, berupa jurnal penerimaan kas, buku pembantu, buku besar kas, dan buku besar penerimaan per rincian objek pendapatan. Kemudian buku catatan akuntansi tersebut akan diringkas dan dilaporkan dalam laporan keuangan pemerintah daerah, yaitu Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa pemda telah membangun sistem akuntansi pendapatan yang baik, sehingga tidak ada pendapatan daerah yang tidak dicatat dalam sistem akuntansi pemda.

2)   Alokasi Pendapatan

Tahap terakhir siklus manajemen pendapatan adalah alokasi pendapatan, yaitu pengambilan keputusan untuk menggunakan dana yang ada untuk membiayai pengeluaran daerah yang dilakukan.

 

 

Belum ada Komentar untuk "Siklus Manajemen Pendapatan Daerah (Sumber Pendapatan, administrasi Pendapatan, koleksi Pendapatan)"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan Sopan dan sesuai Pembahasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel