google-site-verification: google736cbd8d4990f308.html

Pengertian GDP dan Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional / Produk Domestic Bruto (PDB) /Gross Domestic product (GDP)

Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional
Pengertian GDP dan Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional / Produk Domestic Bruto (PDB) /Gross Domestic product (GDP)

Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode tertentu. Sebab besarnya output nasional dapat menunjukan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian.

Pertama, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya  yang ada dalam perekonomian (tenaga kerja, barang modal, uang dan kemampuan kewirausahaan) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Secara umum, makin besar pendapatan nasional suatu Negara, semakin baik efisiensi alokasi sumber daya ekonominya.

Kedua, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu Negara. Alat ukur yang disepakati  tentang tingkat kemakmuran adalah output nasional perkapita. Nilai output perkapita  diperoleh  dengan cara membagi besarnya output nasional dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan. Jika angka output perkapita makin besar, tingkat kemakmuran dianggap makin tinggi.  Sementara itu alat ukur tentang  produktivitas rata rata adalah output per tenaga kerja. Makin besar angkanya, makin tinggi produktivitasnya  tenaga.

Ketiga, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah masalah structural (mendasar) yang dihadapi suatu perekonomian. Jika sebagian besar output nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk, maka perekonomian tersebut mempunyai masala dengan distribusi pendapatanya. Jika sebagian besar output nasional berasal dari sector pertanian (ekstraktif), maka perekonomian tersebut berhadapan dengan masalah ketimpangan struktur produksi. Dalam arti, perekonomian harus segera memoderenisasi diri, dengan memperkuat industrinya, agar ada keseimbangan konstribusi antara sector industry yang dianggap sebagai sector ekonomi modern.

Itu sebabnya perhitungan output nasional, yang lebih dikenal sebagai pendapatan nasioanal, merupakan pokok pembahasan awal dalam teori ekonomi makro. Tanpa memiliki pemahaman yang benar tentang konsep pendapatan nasioanal, kita tidak akan mungkin melakukan diskusi/pembahasan tentang model model ekonomi makro. Apalagi tentang analisis kebijakannya. Istilah yang paling sering dipakai untuk pendapatan nasional adalah produk domestic Bruto (PDB) atau Gross Domestic product (GDP).

Istilah tersebut merujuk pada pengertian:

· “Nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh sebuah perekonomian dalam satu periode (kurun waktu) dengan menggunakan factor factor produksi yang berada (berlokasi) dalam perekonomian tersebut”
·   “The total market value of all final goods and services produced within a given period, by factors of production located within a country”(Case & Fair, 1996)

Tercakup dalam definisi diatas adalah:

1.      Produk dan jasa akhir, dalam pengertian barang dan jasa yang dihitung dalam PDB adalah barang dan jasa yang digunakan pemakai terakhir (untuk konsumsi)
2.      Harga pasar, yang menunjukan bahwa nilai output nasional tersebut dihitung berdasarkan tingkat harga yang berlaku pada periode yang bersangkutan.
3.      Faktor factor produksi yang berlokasi dinegara yang bersangkutan, dalam arti perhitungan PDB tidak mempertimbangkan asal factor produksi (milik perekonomian atau milik asing) yang digunakan dalam menghasilkan output.

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghitungnya dan masalah masalah apa yang timbul dari cara perhitungan tersebut. Mengingat konteks kegiatan yang dianalisis dalam teori ekonomi makro lebih luas dan kompleks disbanding dalam teori ekonomi mikronya. Maka ada dua langkah yang harus dilakukan sebelum mampu menghitung PDB.
·  Langkah Pertama, adalah pemahaman tentang siklus aliran pendapatan dan pengeluaran dalam konteks makro.
· Langkah kedua, adalah bagaimana (lewat pasar pasar apa saja) para pelaku ekonomi berinteraksi.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel