google-site-verification=g0K1JbbQniujHA0zKBw8OsIVck78u9C4Ik9jSnUtiDY Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional - Calonmanejer.com

Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional

Perbedaan Pandangan  Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional

Ekonomi Konvensional        

Sistem ekonomi konvensional merupakan sistem ekonomi yang banyak digunakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Ekonomi konvensional merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Sistem ekonomi konvensional menyatakan bahwa pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam ekonomi konvensional, setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya, serta melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Hal ini mengakibatkan terbentuknya sekelompok orang yang kaya dan sekelompok orang yang miskin. Kaum kaya akan semakin kaya dan kaum miskin akan semakin miskin.

Ditinjau dari Aspek Ontologi, ekonomi konvensional menggunakan menggunakan landasan filsafat positifisme yang berdasarkan pada pengalaman  dan kajian empiris (hanya mengandalkan ayat ayat kauniyah saja) dan tidak percaya kepada petunjuk tuhan (sekuler).
Dalam ekonomi sekuler, kesenangan atau  kebahagiaan yang dikejar adalah semata mata kebahagiaan di dunia saja  dan sangat materialistic. Mereka tidak memandang bahwa apa apa yang dikerjakan mempunyai dampak di akhirat .

Pandangan ekonomi Konvensional:

  • Positivisme, berdasarkan pada pengalaman dan kajian empiris
  • Sekuler, tidak percaya pada petunjuk tuhan
  •  Mengejar kebahasiaan dunia saja
  • Sangat materialist
  •  Akhirat tidak dijadikan pertimpangan terhadap apa yagn dilakukan.
  • Wujud ekonomi dilaksanakan  atas dasar Self-Interest (apa yang dilakukan semata mata hanya untuk kepentingan pribadi.

Ekonomi Islam

M.A. Manan (1992:19) di dalam bukunya yang berjudul “Teori dan Praktik Ekonomi Islam” menyatakan bahwa ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh nilai-nilai islam. Sementara itu, H. Halide berpendapat bahwa yang di maksud dengan ekonomi islam ialah kumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang dii simpulkan dari Al-Qur’an dan sunnah yang ada hubungannya dengan urusan ekonomi (dalam Daud Ali, 1988:3).

Dalam ekonomi islam, yang menjadi pedoman utama adalah  petunjuk Allah Swt. Yang berupa wahyu (Al-Qur’an), As-sunnah, Qiyas, Ijma’ dan Ijtihat serta ayat ayat kauniyah yang bertebaran di jagat raya. Dalam Hal penggunaan ayat ayat kauniyah, umat islam harus hati hati karena sering kali karena dorongan hawa nafsu, manusia banyak tertipu oleh penglihatan, pendengaran dan akal sehingga jauh dari kebenaran wahyu Allah.

Dari Penjelasan diatas maka dapat dibedakan  landasan ontologi Ekonomi islam dengan landasan ontology Ekonomi  Konvensional Sebagai berikut.
Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

  • Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah SWT kepada manusia
  • Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu
  • Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama
  • Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja
  • Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang
  • Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti
  • Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)
  • Islam melarang riba dalam segala bentuk.
Ciri-ciri Ekonomi Islam: 

  • Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahhkan kegiatan ekonom
  • Syari’ah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonom
  •  Akhlak berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi
Pandangan Dalam Ekonomi Islam:

  • Petunjuk Al-Qur’an, Hadis, Qiyas, Ijma’ dan Ijtihad
  • Ayat ayat kauniyah yang bertebaran di jagat raya
  • Penggunaan ayat ayat kauniah yang sangat berhati hati, karena dorongan hawa nafsu
  • Wujud kegiatan ekonomi dilaksanakan atas dasar God-Interst (mengabdi dan mencari ridha Allah Swt.
Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengansistem ekonomi manapun termasuk kapitalis maupun sosialis. Perbedaan itu tidakhanya mencakup falsafah ekonominya, namun juga pada konsep pokoknya sertapada tataran praktisnya. Walaupun terdapat perbedaan yang fundamental antarasistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya, tetapi dalamimplementasinya seringkali dijumpai beberapa persamaan. Namun padahakikatnya terdapat perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistemekonomi lainnya karena landasan sistem ekonominya berbeda.Ilmu ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari polaperilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannnya yang sangat tidak terbatasdengan berbagai keterbatasan saran pemenuhan kebutuhan yang berpedomanpada nilai-nilai Islam. Dalam ilmu ekonomi Islam tidak hanya dipelajari individu- individusosial saja tetapi tentang manusia yang memiliki bakat religius.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel